TEKNIK VISUALISASI IDE

BAB I

PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang terencana yang bertujuan agar terjadinya proses belajar dalam diri pemelajar. Untuk melakukan proses pembelajaran diperlukan teknik-teknik yang baik dalam menyampaikan materi pelajaran agar sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Salah satu teknik yang biasa dilakukan yaitu “Visualisasi dalam pembelajaran”. Dengan adanya proses visualisasi diharapkan siswa dapat lebih mengerti tentang materi pembelajaran yang akan disampaikan oleh guru.

B.      Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka masalah yang timbul adalah :

1.       Apakah teknik visualisasi ide itu?

2.     Bagaimana cara merencanakan proses pembelajaran?

3.     Bagaimana proses penciptaan gambar?

4.     Apa saja tahapan yang harus dilalui dalam proses visualisasi ?

5.     Bagaimana teknik mengubah informasi verbal menjadi informasi visual ?

6.     Media apa saja yang dapat digunakan dalam presentasi pesan dan ilmu pengetahuan ?

7.     Mengapa diperlukannya tekhnik  visualisasi dalam pembelajaran?

C.    Tujuan

Setelah mempelajarai materi ini, diharapkan Kalian mampu :

1.  Menjelaskan kembali pengertian dari teknik visualisasi ide.

2.     Merencanakan proses pembelajaran dengan baik

3.     Menciptakan gambar sesuai dengan proses visualisasi yang tepat

4.     Menyebutkan kembali tahapan dalam proses visualisasi pesan

5.     Mengaplikasikan teknik dalam mengubah informasi verbal menjadi visual

6.     Memilih media yang tepat dalam presentasi pesan dan ilmu pengetahuan

7.     Mengetahui pentingnya teknik visuliasi dalam pembelajaran.

 

BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi

Teknik adalah cara seseorang dalam menyampaikan sebuah Informasi. Ide adalah rancangan yang tersusun di pikiran, yang belum dituangkan ke dalam bentuk nyata. Visualisasi (Inggris: visualization) adalah rekayasa dalam pembuatan gambar, diagram atau animasi untuk penampilan suatu informasi.

Jadi , teknik visualisasi ide merupakan cara dalam merekayasa bentuk fisik dari suatu rancangan yang telah tersusun di dalam pikiran seseorang. Teknik visualisasi ide juga merupakan cara seseorang dalam menuangkan ide ke dalam bentuk yang lebih nyata baik dalam bentuk verbal maupun visual. Lalu bagaimanakah suatu ide dapat divisualisasikan agar ide yang dimaksud dapat disampaikan dengan tepat dan sesuai dengan tujuan penyampaian pesan ? (akan dibahas lebih lanjut).

B. Teknik visualisasi Ide

Teknik visualisasi ide dalam proses pembelajaran mencakup beberapa hal berikut :

1.      Perencanaan Proses Pembelajaran

Sebelum memulai proses belajar-mengajar, seorang guru atau instruktur membuat perencanaan terlebih dahulu. Tahap-tahap perencanaan dalam proses pembelajaran mencakup beberapa aktivitas yaitu :

  • Merumuskan tujuan instruksional
  • Mengidentifikasi karakteristik siswa
  • Menentukan materi pembelajaran
  • Menentukan media pembelajaran
  • Mendesain evaluasi terhadap hasil belajar

Tujuan instruksional adalah deskripsi tentang kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa setelah selesai mengikuti aktivitas pembelajaran. Di samping merumuskan tujuan instruksional, guru atau instruktur perlu mengidentifikasi karakteristik siswa.

Pemahaman tentang karakteristik siswa perlu dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keterampilan prasyarat (prerequisite skill) yang telah mereka miliki sebelum pembelajaran dimulai. Guru perlu menguasai materi yang akan diajarkan. Penguasaan terhadap materi pembelajaran akan membantu guru dalam mendesain metode dan media pembelajaran yang akan digunakan. Uraian dalam kegiatan belajar ini akan lebih difokuskan pada cara yang perlu dilakukan. Dalam mendasain materi pembelajaran dari bentuk informasi tertulis (verbal) menjadi informasi dalam bentuk gambar (visual)

2.    Proses Visualisasi

Pada dasarnya ada dua tahap penting yang perlu diperhatikan dalam mendesain ilustrasi visual untuk proses belajar mengajar yaitu:

a.     menentukan dan memilih materi belajar yang akan diajarkan

b.     menentukan media pembelajaran yang akan digunakan.

Setelah menentukan dan memilih materi yang akan diajarkan tahap awal yang perlu dilakukan adalah melakukan proses visualisasi. Proses ini merupakan Proses imajinasi untuk mengubah Pesan atau informasi tertulis (verbal) menjadi pesan atau informasi visual.

Proses visualiasi bukan merupakan proses yang mudah. Kemampuan ini tidak memerlukan bakat khusus, tapi lebih memerlukan proses latihan yang terus-menerus. Dalam buku ” exercises in visual thinking “,Ralph E. Wileman ( 1980) mengungkapkan kesulitan da|am melakukan Proses visualisai sebagai berikut: “… perancangan pesan dalam bentuk visual memerlukan upaya mental dan juga fisik dan keputusan yang tepat dari setiap tahap dalam keseluruhan proses yang harus dilakukan'” (hal 20).

3.    Langkah-langkah Dalam Proses Visualisasi

Proses mengubah isi informasi verbal menjadi nonverbal memang agak sulit. Namun, bila bahan simakan dapat ditelaah, hal itu bukan hal yang tidak dapat dilakukan. Itulah sebabnya, kita perlu berlatih dengan saksama. Cara pertama, simaklah isi informasi dengan penuh perhatian. Kedua, setelah disimak, cobalah perhatikan: Apa isinya, bagaimana uraiannya, dan dapatkah divisualisasikan. Dalam melakukan proses visualisasi ada beberapa langkah yang harus dilakukan yaitu:

a.     perhatikan dengan saksama isi informasi verbal yang ingin diubah.

b.     Perhatikan data-data berupa lambang, satuan atau angka-angka serta perbandingannya untuk menentukan bentuk visual yang efektif, apakah grafik, tabel, diagram dan yang lainnya.

c.      Catatlah hal-hal pokok atau inti dari informasi yang disimak.

d.     Buatlah bentuk nonverbal yang tepat untuk mengungkapkan informasi tersebut.

e.     Gambar, bagan, atau grafik dibuat dengan baik, benar, tepat, dan seimbang dengan isi.

f.        Tentukan warna, lambang, atau bentuk untuk menggambarkan atau membedakan data-datanya.

Secara singkat dapat disimpulkan langkah-langkah dalam proses visualisasi adalah sebagai berikut :

a.     Merumuskan informasi verbal yang akan divisualisasikan

Jika guru atau instruktur telah memperoleh materi yang akan diajarkan, maka langkah pertama yang perlu dilakukan adalah merumuskan materi tertulis tersebut dalam bentuk unit-unit kecil informasi atau pengetahuan. Unit-unit kecil informasi itu dapat berbentuk kutipan-kutipan pengetahuan yang dapat diperoleh dari berbagai sumber.

b.     Menyederhanakan informasi verbal

Setelah merumuskan informasi verbal yang akan dijadikan bahan pambelajaran, maka langkah selanjutnya adalah membuat penyederhanaan terhadap informasi verbal tersebut.

c.      Membuat skets (rough)

Dengan menyederhanakan informasi berarti guru atau instruktur belajar dari informasi tersebut. Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah membuat “skets” yang biasa disebut dengan “rough”. Skets merupakan desain awal dalam upaya memindahkan informasi verbal menjadi informasi visual.

 

d.     Memindahkan bentuk skets kedalam desain yang komprehansif (lengkap)

Setelah berhasil membuat skets, langkah selanjutnya yang perlu ditempuh adalah membuat desain yang komprehensif . Dalam desain komprehensif ini tampilan visual dari informasi yang akan dikomunikasikan sudah mendekati final.

e.     Memindahkan desain visual ke dalam media yang akan digunakan.

Desain yang telah berbentuk komprehensif dapat ditransfer ke dalam media pembelajaran yang akan digunakan. Ada beberapa jenis media pembelajaran yang dapat digunakan untuk menayangkan informasi dan pengetahuan dalam bentuk visual.

4. Penggunaan Media presentasi pesan dan ilmu pengetahuan

Berikut merupakan berbagai jenis media pembelajaran yang paling banyak digunakan yaitu:

  • overhead transparansi (OHT)
  • slide
  • poster
  • flip chart
  • komputer

OHT

Overhead transparansi merupakan medium pembalajaran yang tepat digunakan untuk keperluan mengajar kelas kecil dan sedang. Kelas keciI dan sedang yang dimaksud dalam hal ini adalah kelas dengan jumlah siswa sekitar enam sampai lima belas orang. Informasi dan pengetahuan yang diproyeksikan melalui medium overhead transparansi akan mampu menarik perhatian siswa. Di samping itu, medium overhead transparansi akan membuat Proses pembelajaran berlangsung secara sistematis.

Slide

Slide memiliki kesamaan dengan transparansi dalam hal penayangan informasi dan pengetahuan. Baik slide maupun overhead transparansi keduanya memproyeksikan informosi visual secara realistik. Hal ini disebabkan slide mampu menayangkan unsur visual dengan unsur fotografis. Di samping itu, penggunaan medium slide ternyata mampu membuat proses pembelajaran berlangsung secara realistis dan sistematis.

Poster

Salah satu media komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan adalah poster. Pesan yang disampaikan poster secara singkat, padat, dan jelas, sehingga dapat terjalin komunikasi antara pembuat dan pembaca poster. Definisi poster atau plakat adalah karya seni atau desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas berukuran besar. Pengaplikasiannya dengan ditempel di dinding atau permukaan datar lainnya dengan sifat mencari perhatian bagi orang yang melihat dan membacanya. Karena itu poster biasanya dibuat dengan warna-warna kontras dan kuat. Bahasa yang digunakan dalam poster haruslah singkat, mudah dimengerti, dan mudah diingat.

Flip Chart

Flip chart atau yang sering disebut sebagai bagan balik adalah kumpulan ringkasan, skema, gambar, tabel yang dibuka secara berurutan berdasarkan topik materi pembelajaran. Bahan flip chart biasanya kertas ukuran plano yang mudah dibuka-buka, mudah ditulisi, dan berwarna cerah. Untuk daya tarik, flip chart dapat dicetak dengan aneka warna dan variasi desainnya.

Cara penggunaan flip chart bergantung metode apa yang akan digunakan. Kalau metode ceramah, flip chart langsung dibuka sesuai dengan topik pembicaraan untuk diterangkan atau ditulisi hal-hal yang perlu dituliskan. Untuk metode quantum, flip chart dapat berupa nyanyian, kata-kata bijak, atau apa saja yang mendukung kemeriahan kelas dan bukan merupakan pusat konsentrasi belajar siswa. Flip chart tidak langsung digunakan melainkan dapat menjadi variasi penekanan materi ajar. Dalam metode CTL, flip chart dapat dipakai sebagai gambar model untuk dikonstruksi pembelajar sehingga mendapatkan inkuirinya setelah menggali informasi gambar flip chart melalui berbagai pertanyaan belajar. Begitulah seterusnya.

Flip chart atau bagan balik pada prinsipnya memuat semua pesan yang akan disampaikan. Tetapi pesan itu disajikan secara bertahap. Tiap bagian pesan dituangkan pada lembaran kertas yang berbeda. Selanjutnya lembaran-lembaran itu dibendel menjadi satu. Penggunaannya tinggal membalik satu per satu sesuai dengan pesan yang akan disajikan.

Komputer

Perkembangan teknologi komputer dan informasi (ICT) juga semakin mengembangkan bentuk dan variasi media pembelajaran. Menurut Thomson (Elida dan Nugroho, 2003) komputer yang digunakan dalam pembelajaran dapat memberikan manfaat, yakni saat digunakan media untuk meningkatkan motivasi pembelajaran. Media berbasis ICT menampilkan perpaduan antarteks, gambar, animasi gerak, dan suara secara bersamaan maupun bergantian.

Komputer adalah seperangkat alat eletronik yang mengolah data-data menjadi informasi bantuan instuksi yang dimegerti oleh komputer yang disebut bahasa program. Dengan menggunakan komputer dalam memecahkan suatu masalah, maka akan merasakan manfaat yang besar dalam hal : efisien waktu, biaya dan tenaga, kecermatan dan ketelitian perhitungan, ketetapan suatu analisa jumlah data yang dapat diolah besar dapat memecahkan masalah-masalah yang rumit yang tidak dilakukan tanpa menggunakan komputer. Hasil komputer dapat disajikan lebih baik dan menarik.

Teknik Pemilihan Media Pembelajaran

Untuk memudahkan pemilihan media pembelajaran, berikut ini dikemukakan beberapa kriteria jika akan memilih media pembelajaran:

  • Melihat pada tujuan pendidikan yang hendak dicapai;
  • Melihat kepada lingkup warga belajar dimana media itu dipergunakan (anak, dewasa);
  • Melihat kondisi lingkungan sekolah , mendukung atau tidaknya dalam menggunakan media yang akan digunakan;

Prinsip-prinsip Umum Penggunaan Media:

  • Tidak ada media pembelajaran yang dapat menggantikan kedudukan guru/instruktur. Teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Jadi media adalah perluasan dari guru (Schram, 1977)
  • Tidak ada media pembelajaran yang merupakan media tunggal untuk mencapai semua tujuan pendidikan. Media tertentu lebih cocok untuk tujuan tertentu, untuk pelajaran dan siswa tertentu pula.
  • Media pembelajaran adalah bagian integral dari proses belajar mengajar. Media harus berkaitan dengan aktivitas dan prosedur kegiatan belajar mengajar.
  • Penggunaan media yang bervariasi dan berimbang akan memberikan hasil belajar yang lebih mememuaskan;
  • Penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar menuntut partisipasi aktif siswa, sebelum selama dan memudahkan peggunaan media;
  • Pada setiap penggunaan media di kelas, ada tahap-tahap atau prosedur pokok yang harus dilalui. Dalam menyiapkan satuan pelajaran tahap-tahap tersebut harus diperhatikan .

BAB III

PENUTUP

 

A. Kesimpulan

Memvisualisasikan ide atau gagasan baik yang berbentuk verbal maupun visual merupakan suatu hal yang sangat penting karena dalam ide maupun gagasan adalah sesuatu yang bersifat abstrak.

Visualisasi ide adalah merekayasa bentuk fisik dari suatu rancangan yang telah tersusun di dalam pikiran seseorang yang bertujuan agar suatu ide dapat divisualisasikan agar ide yang dimaksud dapat disampaikan dengan tepat dan sesuai dengan tujuan penyampaian pesan. Sedangkan teknik visualisasi ide adalah cara seseorang dalam menuangkan ide ke dalam bentuk yang lebih nyata baik dalam bentuk verbal maupun visual.

Dalam teknik memvisualisasikan ide sangat penting memperhatikan tahapan-tahapan diantaranya melakukan perencanaan sebelum proses pembelajaran lalu diikuti dengan mendesain ilustrasi visual untuk proses belajar mengajar, selanjutnya mengubah isi informasi verbal menjadi nonverbal dan yang terakhir adalah Penggunaan media dalam presentasi pesan dan ilmu pengetahuan seperti penggunaan media berbasis ICT dalam pembelajaran.

B. Saran

  • Hendaknya sebelum melaksanakan proses pembelajaran seorang pebelajar harus memperhatikan perencanaan proses pembelajaran, agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
  • Hendaknya dlam memvisualisasikan suatu ide seorang pebelajar harus memperhatikan langkah-langkan visualisasi agar ide atau pesan yang hendak  disampaikan dapat diterima dengan baik  oleh viewer.
  • Hendaknya dalam memilih dan menentukan media penyampai pesan pembelajaran, pebelajar harus memperhatikan prinsip-prinsip penggunaan media, serta mempertimbangkan media yang paling sesuai dengan karakteristik siswa dan materi belajar.

DAFTAR PUSTAKA

Pribadi, Benny A. (2000), Komunikasi Visual, Jakarta : PAU-PIPAI UT

http://id.wikipedia.org diunduh pada minggu 28-11-2010 pukul 16:02WIB

Karyono, Tri. OPTIMALISASI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN, UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PROSES BELAJAR-MENGAJAR, http://file.upi.edu/Direktori/C%20-%20FPBS/JUR.%20PEND.%20SENI%20RUPA/196611071994021%20-%20TRI%20KARYONO/Makalah%20Seminar%2C%20OPTIMALISASI%20MEDIA%20PEMBELAJARAN%2C%20PRESENTASI%20DI%20STBA%2C%2024-7-2006.pdf  28-11-2010 pukul 23:31 WIB

Tentang Rizca Fitria

I'm a student of Educatinal Technology , The State Universty of Jakarta | i was born in Jakarta , January 29th 1991 | The Creator , Owner , and tutor of Gubuk Belajar | really love education
Tulisan ini dipublikasikan di Tugas Kuliah dan tag , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke TEKNIK VISUALISASI IDE

  1. Ryan berkata:

    Thank you ^_^

  2. rizky berkata:

    thanks :-)
    proses penciptaan gambarnya gmana??

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s