Gaya Belajarmu, Gaya Belajarku

Hari ini, Jumat 9 Juli 2010, bertempat di PSB Universitas Negeri Jakarta, saya menjadi salah satu peserta Pelatihan Gaya Belajar yang diselenggrakan oleh ka Lili TPers 05. Bersama teman-teman yang lain saya mengikuti pelatihan ini.

Ngomong-ngomong soal gaya belajar, Apa sih gaya belajar itu?

Gaya belajar adalah kombinasi cara yang ditempuh seseorang sebagai kunci dalam menyerap, mengelola, memproduksi suatu pengetahuan berdasarkan informasi-informasi yang diperolehnya.

Ada berbagai macam gaya belajar yang dimiliki tiap individu. Di antara berbagai macam gaya belajar yang dimiliki individu tentu ada satu gaya belajar yang paling menonjol, inilah yang menetukan bagaimana cara kita dalam memproduksi pengetahuan yang kita peroleh.

Apa aja sih macam-macam gaya belajar?

Gaya belajar dapat dikategorikan menurut beberapa ahli yakni;

Herman Witkin membagi gaya belajar ke dalam 2 macam yaitu:

  • Gaya belajar Global, lebih mudah untuk melihat atau mempelajari sesuatu secara menyeluruh.
  • Gaya belajar Analitik, lebih mudah untuk melihat atau mempelajari sesuatu secara spesifik.

Anthony F Gregorcde Porter membagi gaya belajar ke dalam beberapa kategori;

  • Pertama berdasarkan Presepsi atau cara menyerap informasi, gaya belajar dibagi menjadi 2 macam;
  1. Konkret, lebih cepat menangkap suatu infomasi yang nyata dan jelas,langsung menggunakan ke lima indera yg dimilikinya. ke lima indera yg dimiliki
  2. Abstrak, lebih cepat menangkap suatu informasi yang kasat mata dengan menggunakan kemampuan instuisi, imajinasi dan intelektualnya.
  • Kedua berdasarkan Pengaturan (mengatur informasi yang telah diserap) , gaya belajar dibagi menjadi 2 macam;
  1. Sekuensial, membiarkan pikiran individu mengatur informasi secara berurutan, linear atau setapak demi setapak, berurutan.
  2. Acak, pengaturan acak membuat pikiran individu mengatur informasi dalam potongan-potongan dan tanpa rangkaian tertentu, seperti memulai di tengah-tengah atau memulai di akhir bagian dan kembali kepermulaan, ini juga merupakan gaya belajar yang spontan.

resepsi, dibagi menjadi dua;

Menurut David Kolb, gaya belajar dikategarikan ke dalam 4 konsep, yaitu;

  • Feeling (Concrete Experience), individu belajar melalui perasaan, dengan menekankan segi-segi pengalaman kongkret, dan peka terhadap perasaan orang lain. Dalam proses belajar, individu cenderung lebih terbuka dan mampu beradaptasi terhadap perubahan yang dihadapinya.
  • Thingking (Abstract Conceptualization), individu belajar melalui pemikiran dan lebih terfokus pada analisis logis dari ide-ide, perencanaan sistematis, dan pemahaman intelektual dari situasi atau perkara yang dihadapi.
  • Watching (Reflective Observation), individu belajar melalui pengamatan, penekanannya mengamati sebelum menilai, menyimak suatu perkara dari berbagai perspektif, dan selalu menyimak makna dari hal-hal yang diamati. Dalam proses belajar, individu akan menggunakan pikiran dan perasaannya untuk membentuk opini/pendapat.
  • Doing (Active Experimentation), individu belajar melalui tindakan, cenderung kuat dalam segi kemampuan melaksanakan tugas, berani mengambil resiko, dan mempengaruhi orang lain lewat perbuatannya. Dalam proses belajar, individu akan menghargai keberhasilannya dalam menyelesaikan pekerjaan, pengaruhnya pada orang lain, dan prestasinya.

Bobbi de Porter, mencetuskan gaya belajar yang mungkin lebih akrab di telinga kita dari pada gaya belajar yang sebelumnya telah saya sampaikan. Gaya belajar menurut Porter dikategorikan ke dalam 3 macam;

  • Audiotori, kecenderungan tiap individu mengandalkan indera pendengaran dalam belajar.

Karakteristik : suka mendengarkan musik, mengungkapkan emosi secara verbal melalui perubahan gaya dan nada bicara, dapat mengingat nama orang dengan baik, menjelaskan sesuatu secara verbal, cenderung mengingat dengan baik kata-kata dan gagasan yang pernah diucapkan sebelumnya, saat diam suka berbicara sendiri.

  • Kinestetis, kecenderungan tiap individu mengandalkan indera pendengaran dalam belajar.

Karakteristik :menyukai kegiatan aktif, mengungkapkan emosi melalui bahasa tubuh, ingat peristiwa yang menarik, menjelaskan sesuatu dengan demonstrasi, kenyaman lebih utama dari pada gaya, mencoba sesuatu hal yang baru biasanya langsung dikerjakan, tidak bisa duduk tenang dalam keadaan diam.

  • Visual, kecenderungan tiap individu mengandalkan indera pendengaran dalam belajar.

    Karakteristik : suka menonton film, menyatakan emosi melalui ekspresi wajah, lebih cenderung mudah mengingat wajah daripada nama seseorang, menjelaskan sesuatu dengan gambar, ingatan visual baik, dalam mencoba hal baru lebih suka yang bersifat manual book atau demonstrasi, suka melamun saat diam.

    Hayo, setelah dijelaskan secara singkat mengenai gaya belajar, sudahkah kalian menebak gaya belajar yang lebih cengderung menonjol pada diri kalian?

    Setiap individu wajib mengetahui gaya belajar yang dimilikinya, di sini saya katakan wajib, sebab dengan begitu akan membuat kita semakin mudah dalam menentukan tindakan yang sesuai, sehingga dapat memaksimalkan kemampuan otak kita🙂

    Selamat belajar🙂

    Ini gaya ku , mana gaya mu ?

    Tentang Rizca Fitria

    I'm a student of Educatinal Technology , The State Universty of Jakarta | i was born in Jakarta , January 29th 1991 | The Creator , Owner , and tutor of Gubuk Belajar | really love education
    Pos ini dipublikasikan di Tentang Teknologi Pendidikan. Tandai permalink.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s