Pantaskah???

–Tulisan ini hanya sekedar bahan koreksi untuk kita yang peduli akan pendidikan Indonesia–

STOP UNSUR KEKERASAN


Jakarta, 9 Mei 2012. Ketika mengajar murid-murid les kemarin saya dibuat terkejut oleh sebuah materi yang terdapat pada buku lembar kerja siswa (LKS) kelas 3 SD. Pada salah satu halaman LKS tersebut dimuat sebuah cerita yang menurut saya tidak layak disajikan kepada anak-anak. Cerita tersebut mengisahkan sebuah kisah keluarga kaya berdarah Belanda yang tinggal di Indonesia pada zaman penjajahan Belanda beberapa abad yang lalu. Keluarga tersebut mempekerjakan seorang budak penduduk asli Indonesia. Ada satu hal yang buat cerita ini menurut saya tidak pantas disajikan kepada anak-anak dikarenakan terdapat unsur kekerasan di dalamnya.
Ironis banget, anak-anak yang masih polos sudah diracuni dengan hal-hal yang berbau kekerasan. Menurut saya pribadi adegan kekerasan di dalam cerita tersebut tidak ada esensinya sama sekali. Entahlah atas tujuan apa cerita itu dipilih sebagai salah satu konten dalam LKS tsb.
Kemungkinan, ini baru prediksi saya pribadi, konten itu dimuat sebagai salah satu non contoh yang tidak boleh ditiru siswa. Tapi apa perlu dijelaskan adegan kekerasannya dengan sangat rinci.

“sang majikan menusuk budaknya dengan tusuk konde, menyiram tangannya dengan minyak dan dibakar.”

Begitulah seingat saya salah satu kutipan dari cerita tersebut (naskah mengalami perubahan, dikarenakan saya sedikit lupa, namun tidak mengubah makna di dalamnya)
Bukan maksud memperbesarkan hal kecil, bagi saya hal kecil bukan tidak mungkin dapat memberikan dampak yang besar. Tidak herankan?! banyak berita di TV, koran, radio, atau media massa lainnya yang memberitakan kekerasan yang dilakukan oleh anak-anak. Seperti kasus tauran antar pelajar, pelajar memukuli temannya sendiri, bahkan hingga kasus pembunuhan.
Bagi saya, jika berbicara tentang pendidikan, tidak ada hal yang main-main. Pendidikan itu bagai akar yang penopang. Jika akarnya sudah tidak beres, dalam arti tidak kokoh, maka akan seperti apa tamanan yang akan tumbuh???
Jika bertanya-tanya ini salah siapa? Tak usahlah saling menyalahkan, mari sama-sama mengoreksi kesalahan masing-masing untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik.
Saran saya untuk pengembang buku teks maupun lembar kerja siswa (LKS) perhatikan konten dengan karakteristik siswa. Usahakan untuk usia siswa sekolah dasar gunakanlah contoh-contoh yang baik. Lebih baik menggunakan contoh-contoh yang dapat diteladani siswa, dibanding menggunakan non contoh yang harus dihindari siswa.

Tentang Rizca Fitria

I'm a student of Educatinal Technology , The State Universty of Jakarta | i was born in Jakarta , January 29th 1991 | The Creator , Owner , and tutor of Gubuk Belajar | really love education
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s