Kursi Prioritas

Kalau pernah menggunakan jasa TransJakarta (TJ) pasti pernah dong gambar ini?
Bagi yang belum coba sesekali naik TJ, biasanya gambar ini tertempel pada jendela bus di atas kursi dekat pintu keluar masuk penumpang.
Bagi penumpang setia TJ saya yakin sering sekali melihat gambar ini, sekilas memandang atau mungkin ada beberapa penumpang yang memperhatikan dengan seksama dan meresapi maksud pesan yang tersimpan dalam gambar tersebut, seperti yang saya lakukan pagi ini. Rasa-rasanya ironis sekali, saya rasa tidak ada satu pun armada TJ yang pada jendelanya tidak tertempel gambar ini. Faktanya, gambar ini hanya menjadi hiasan belaka.

Tadi pagi, mungkin di pagi-pagi lainnya juga terjadi, ada seorang Ibu mengendong anaknya yang masih balita. Namun, tak satupun penumpang yang sepertinya mempunyai niat untuk beranjak dan mempersilahkan Ibu tsb duduk di kursi yang ia tempati. Mereka ‘sok’ sibuk dengan gadget masing-masing, ada yang pura-pura tidur, bahkan ada yang menengok ke arah si Ibu, namun tetap acuh dan asik duduk di kursinya.

Ya, Alloh..
Sebegitu indivualiskah orang-orang di kota metropolitan ini?
Untungnya masih tersisa satu-dua ‘malaikat’ yang akhirnya tersentuh dan tergugah untuk beranjak dan mempersilahkan Ibu tersebut menempati kursinya. Alhamulillah.

Ini baru satu contoh peristiwa, mungkin peristiwa seperti ini terjadi hampir di setiap waktu.
Apa mungkin mereka tak mengerti bahwasanya kursi itu diprioritaskan untuk golongan2 terentu, seperti Manula, Ibu Hamil, Cacat Fisik, serta Penumpang yang membawa anak???

Ah, tapi saya rasa desain pesan dari gambar tersebut sangat sederhana dan seharusnya mudah untuk dipahami, apalagi untuk orang-orang di kota metropolitan seperti Jakarta, yang katanya sangat melek IT.

Semoga kita semua disadarkan akan HAK golongan tertentu.
dan masyarakat di kota-kota besar tidak hanya melek IT, tapi juga melek MATA HATI😀

Tentang Rizca Fitria

I'm a student of Educatinal Technology , The State Universty of Jakarta | i was born in Jakarta , January 29th 1991 | The Creator , Owner , and tutor of Gubuk Belajar | really love education
Pos ini dipublikasikan di Ibu Kota dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s